Langsung ke konten utama

Menjelajahi Dunia Djenar melalui T(w)ITIT!


MENJELAJAHI DUNIA DJENAR MELALUI T(W)ITIT!





Image result for t(w)itit!

            Judul                        :           T(w)ITIT!
            Penulis                     :           Djenar Maesa Ayu
            Penerbit                   :           Gramedia
            Tahun terbit             :           2012; cetakan kedua
            Jumlah halaman      :           99 halaman






          Anak  Anak Djenar Maesa Ayu kali ini merupakan novel yang berisikan kumpulan cerita pendek yang bertokohkan satu wanita, Nayla. Dalam novel ini memuat sebelas cerpen yaitu UGD, Nayla, Mimpi Nayla, Jinxie, T(w)itit!, Kosong, Bung, It Takes Two To Tattoo, Check In, Petasan, Setan!; dan Coffeewar. Sepertinya Djenar tak bisa jauh-jauh dari karakter Nayla. Cerita demi cerita dalam novel ini mengisahkan kehidupan sosok Nayla, meskipun antara cerpen satu dengan yang lain tidaklah berkaitan. Namun, dalam setiap cerpen, rata-rata Djenar mengatur hidup Nayla dalam kesedihan, jauh dari kasih sayang orang tua, dan pemerkosaan.
           Cerita yang pertama berjudul UGD, kisah ini menceritakan kisah cinta beda usia yang dialami Nayla dan Sumali. Nayla terjebak dalam kemacetan yang panjang dan Sumali lelah menanti Nayla di kafe. Cerita berakhir dengan insiden kecelakaan yang menewaskan Sumali. Berganti ke cerita kedua, yang judulnya merupakan nama si pemeran utama, Nayla. Kisah kedua menawarkan kisah pilu Nayla kecil. Nayla kehilangan figur ayah, ia hanya tinggal bersama sang ibu. Ibu Nayla bekerja sebagai wanita panggilan, demi menyambung hidup. Singkat cerita, Nayla ditahan polisi akibat diduga menjadi korban pemerkosaan akibat rok sekolahnya telah di atas tumit. Menuju cerita ketiga, masih dengan tokoh yang sama. Di sini Nayla telah mempunyai satu cucu dari salah satu kedua putrinya. Nayla menjadi yatim piatu bersamaan ketika ia menjadi ibu. Dua tahun setelah putri sulungnya lahir, lahirlah si bungsu. Bersamaan dengan kejadian itu pula, suaminya terdeteksi sakit leukimia, dan tanpa bisa terobati dengan berat hati Nayla harus rela melepas kepergian sang suami untuk selamanya. Nayla bermimpi seluruh keluarganya mengalami kecelakaan pesawat.
Beralih ke cerita keempat, diberi judul Jinxie. Jinxie ini sebenarnya nama anjing yang ditemukan Nayla di jalanan. Hanya karena melihat anjing yang berkeliaran di jalanan, Nayla jadi teringat akan masa lalunya yang pernah kabur dari rumah. Dia kabur dari ibunya yang saat itu menjalin hubungan dengan kekasih barunya. Nayla kabur ke rumah temannya, dan selang beberapa hari ia dijemput pulang oleh Om yang merupakan pacar ibunya sendiri. Tak disangka Nayla justru diperlakukan tak senonoh oleh pacar ibunya sendiri. Di akhir cerita Nayla mendengar kabar bahwa ibu dan pembantunya tewas akibat pembunuhan berencana yang dilakukan oleh pacar ibunya sendiri. Beralih ke cerita yang judulnya dijadikan judul sampul novel, T(w)itit. Djenar menghadirkan sosok Bening sebagai putri Nayla yang sedang menempuh bangku kuliah. Demi Bening, Nayla rela menuis cerita yang tidak sesuai dengan ide ceritanya sendiri. Kesal karena didesak deadline, namun akhirnya Nayla berhasil merampungkan tulisan itu, dan ia menuliskan A pain in the ass untuk seluruh followers-nya di Twitter. Keenam cerita ini diberi judul Kosong oleh sastrawan wangi ini. Berlatar di kedai kopi, tempat di mana Nayla sering menghabiskan waktunya untuk menulis di sana sekaligus memandangi si empunya kedai kopi.
Bung dipilih menjadi cerita ketujuh dalam novel ini. Di sini Djenar mengumbar cerita Nayla lagi, bersama ibunya. Penuh dengan teka-teki siapa sebenarnya ayah Nayla. It Takes Two to Tattoo, seperti judulnya, di sini Nayla mengungkapkan ketidaksukaannya pada tato. Meskipun pendampingnya menyukai tato dan memiliki tato disekujur tubuhnya, Nayla tetap tak menyukai tato. Pernah Nayla diajak untuk membuat tato, tapi ya seperti yang kalian duga. Dalam Petasan, Setan! Nayla mengatakan bahwa ia tak suka keramaian.
Bahasa yang dihantarkan Djenar kepada pembacanya cukuplah santai, lugas, dan mudah dipahami. Dalam setiap alinea, wanita berzodiak Capricorn ini menyuguhkan kalimat berima, sehingga menarik untuk dibaca serta indah pemilihan kata-katanya namun tidak berlebihan. Selain itu, Djenar menyisipkan majas-majas dalam kalimatnya, menggambarkan sesuatu secara terselubung, namun ada juga yang frontal. Namun sayangnya novel ini kurang cocok bagi anak SMP dan SMA, karena di dalamnya mengandung bau-bau dewasa, meskipun tak terang-terangan dikisahkan. Cocok bagi mereka bagi yang feminism. Bagi kalian yang menyukai cerita pilu, kumpulan cerita ini cocok, karena cerita ini jarang sekali—bahkan tidak—mengisahkan akhir bahagia. Kisah yang real, tidak dibuat-buat.
Anda dapat menemukan novel ini di http://library.uny.ac.id






http://library.uny.ac.id

Komentar